Bangkit dari Trauma Gempa, Karantina Ambon Gelar Seminar Hasil Pemantauan OPTK

Ambon – Gempa bumi bermagnitudo 6,8 yang melanda Maluku pada Kamis (26/9) masih tinggalkan trauma pada warga Kota Ambon dan sekitarnya. Perlahan, kini rasa trauma terus dilawan untuk tetap menjalani aktivitas keseharian. Seperti Tim Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Karantina Pertanian Ambon yang gelar seminar lokal hasil pemantauan Senin (30/9).

Digelar di ruang rapat Karantina Ambon, seminar berlangsung lancar meski masih dalam suasana kewaspadaan. “Terimakasih para undangan yang telah menyempatkan diri hadir dalam seminar kali ini, meski kita masih dalam status waspada, kita tetap semangat dan semoga gempa ini segera berakhir dan Maluku kembali aman”, tutur drh. Asep Sudrajat, Ka Subsi Pelayanan Operasional yang mewakili Kepala Karantina Ambon, Aris Hadiyono, SP pada sambutan acara.

Hasil pemantauan daerah sebar OPTK kali ini dibawakan oleh Isnaniah Tawainella, SP selaku Penanggung Jawab tim pemantauan OPTK Karantina Ambon tahun 2019.

Menghadirkan narasumber Akademisi Hama Penyakit Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon dan Peneliti HPT Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku, seminar mengundang perhatian peserta dengan ramainya diskusi dan tanya jawab seusai pemaparan materi baik pertanyaan dari dinas terkait yang hadir, maupun beberapa mahasiswa Universitas Pattimura Ambon yang turut berpartisipasi dalam seminar ini.

Seminar menghasilkan rumusan pihak karantina dan akademisi serta dinas/instansi terkait untuk terus bersinergi dalam pemetaan daerah sebar organisme pengganggu tumbuhan di Provinsi Maluku dalam rangka tindak lanjut dan pengambilan kebijakan yang tepat bagi para pemangku kepentingan.

#LaporKarantina­čÉł­čŹÄ #KarantinaPertanianAmbon