Apa yang dimaksud dengan Karantina Pertanian?

Badan Karantina Pertanian merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertugas untuk menyelenggarakan perkarantinaan pertanian (karantina hewan dan karantina tumbuhan) dan pengawasan keamanan hayati.

Tujuan karantina hewan dan karantina tumbuhan yaitu :

  1. mencegah masuknya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam wilayah negara Republik Indonesia;
  2. mencegah tersebarnya HPHK dan OPTK dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia;
  3. mencegah keluarnya HPHK dari wilayah negara Republik Indonesia;
  4. mencegah keluarnya OPT tertentu dari wilayah negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendakinya.

Mengapa saya wajib menggunakan Jasa Karantina?

Anda (baik perorangan maupun organisasi atau lembaga) diwajibkan menggunakan jasa karantina pertanian untuk memenuhi persyaratan karantina.

Persyaratan karantina sebagaimana diatur dalam UU Nomor 16 Tahun 1992

Apa akibatnya jika saya melanggar Persyaratan Karantina?

Pelanggaran terhadap Persyaratan Karantina merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 yang berbunyi sebagai berikut :

Ayat (1)
Barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9, Pasal 21, dan Pasal 25, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp.150.000.000. (seratus lima puluh juta rupiah).

Ayat (2)
Barangsiapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 9, Pasal 21, dan Pasal 25, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp.50.000.000. (lima puluh juta rupiah).

Ayat (3)
Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), adalah pelanggaran.

Apa saja media pembawa HPHK/OPTK yang wajib dilaporkan ?

Media pembawa HPHK adalah hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, dan/atau benda lain yang dapat membawa HPHK.

  • Hewan adalah semua binatang yang hidup di darat, baik yang dipelihara maupun yang hidup secara liar.
  • Bahan asal hewan (BAH) adalah bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut, seperti daging, susu, telur, kulit, dsb.
  • Hasil bahan asal hewan (HBAH) adalah bahan asal hewan yang telah diolah, seperti daging olahan, kulit yang disamak setengah proses, tepung tulang, dsb.
  • Benda lain adalah media pembawa yang bukan tergolong hewan, BAH, dan HBAH yang mempunyai potensi menyebarkan HPHK, seperti pakan hewan, bahan biologis, dan bahan diagnostika.

Media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan adalah tumbuhan dan bagian-bagiannya dan/atau benda lain yang dapat membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina.

  • Tumbuhan adalah semua jenis sumber daya alam nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum maupun telah diolah, kecuali rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air.
  • Benda lain adalah media pembawa yang bukan tergolong tumbuhan yang mempunyai potensi menyebarkan OPTK, seperti sarana pengendalian hayati, biakan organisme, tanah, kompos, atau media pertumbuhan tumbuhan lainnya, dan vektor.

Apakah Tindakan Karantina yang dilakukan oleh Petugas Karantina terhadap Hewan dan Tumbuhan yang dilalulintaskan ?

Setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dan Organisme pengganggu tumbuhan yang dimasukkan, dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam, dan / atau dikeluarkan dari wilayah Negara Republik Indonesia dikenakan tindakan karantina berupa: Pemeriksaan, Pengamatan, Pengasingan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, dan Pembebasan (8P).

Apakah Penyakit Hewan dan Hama Penyakit Tumbuhan itu Berbahaya ?

Penyakit Hewan dan Hama Tumbuhan sangat mengancam kelestarian sumber daya alam flora dan fauna Indonesia. Sebagian besar Penyakit dan Hama itu belum ada di Indonesia.Selain mengancam kelestarian flora dan fauna penyakit hewan dan hama tumbuhan itu biasa berbahaya bagi manusia (zoonosis). Sebagian besar hama penyakit tumbuhan berbahaya bagi kelangsungan pertanian Indonesia terutama untuk ancaman tanaman pangan dan hortikultura.